Sebuah Karya

Kau boleh katakan aku pencinta puisi

Karena itulah yang kurasa

Tapi, kau jangan heran saat puisiku tak begitu bagus

Atau kau sulit memahami kandungannya

 

Sebab, itulah puisi

Tulisan yang bebas, Ungkapan dikala senang atau kecewa

Karangan yang kita buat, kapan saja dimana saja

Yang tak harus berisi

Tak mesti diacungkan jempol para pembaca

Yang penting kita mau menuliskannya

 

Puisi itu menakjubkan..

Tanpanya aku bagai air yang disumbat

Karena puisilah tempatku mengalirkan hal-hal yang hebat

Tanpa puisi, aku adalah seseorang yang kehilangan arah

Sebab puisi jalan agar aku tak hilang arah

Tanpa puisi, aku seperti kaca yang terpecah belah

Karena puisilah tempat aku bercermin dari semua hal yang buruk & indah

Mei 2, 2009. Kaitkata: . puisi.

7 Komentar

  1. rizalihadi membalas:

    Puisi itu: diri!!!

  2. sunarnosahlan membalas:

    mari saling mengunjungi puisi

  3. diladila membalas:

    bener,, ayo semua bikin puisi.. ga usah mikirin hasinnya, yang penting niat kita!

  4. kusekolah membalas:

    Kepada Sajakku
    Karya Ook Nugroho

    Sajak-sajakku
    Kini kau mengerti
    Tak ada tempat
    Buat kita di dunia
    Yang sempit akal ini
    Lihat, mereka
    Menggiring kita
    Terus ke ujung itu
    Mencari kesempatan
    Menghapus jejak
    Kita di bumi
    Mereka keliru, bukan
    Sajak-sajakku?
    Mereka salah
    Menakar peluang
    Mereka sangka
    Dengan menembak
    Kita seperti anjing
    Atau membantai baris
    Dan menjagal judul
    Kita bakal segera
    Lumat lamat
    Bodohnya mereka
    Orang-orang yang sempit pikir
    Mereka kira
    Kita semacam
    Boneka molek
    Tersusun dari
    Tulang belulang mimpi
    Yang mengigau malam
    Mengetuk pepintu
    Kubur dan rembulan
    Mereka sungguh
    Tak paham, sajakku
    Betapa kita
    Kau dan aku
    Lebih liat dari khianat
    Bahkan lebih
    Keramat ketimbang
    Hari kiamat

    Batapa lucunya
    Tak pernah ada cerita
    Sajak yang tertembak
    Pun jika mereka
    Pilih cara berbeda
    Yang lebih biadab
    Tak ada sajak
    Bisa dibunuh
    Besok pagi
    Atau kapan pun
    Tak akan mereka
    Temukan bangkai kita
    Membusuk di sini
    atau di mana saja
    Sebab saat itu kita
    Telah bertolak lagi
    Mengarungi bumi
    Kita sungguh paham
    Batapa kita senantiasa
    Hadir, dan tiada perlukan
    Dendang syair

    Tangan-tangan
    Yang tak kelihatan
    Akan menuliskan
    Baris-barismu
    Pada dinding hujan
    Ah, bahkan pada
    Bebal akal
    Para seteru itu
    Kita akan terus
    Tumbuh dan Hidup
    Mercuni seluruh waktu
    Dan musim mereka

    Kita giring mereka
    Ke ujung yang paling
    Di puncak kata
    Telah kita siapkan
    Kematian yang indah
    Lelancip judul
    Yang mereka kira
    Aman terkubur
    Balik menikam
    Lunak lelambung
    Tiada nyeri tapi
    Pun darah bersimbah
    Hanyalah terjal bebait
    Menghantar mereka
    Terkulai bahagia
    Pada penghujung baris
    Yang tak kelihatan

    Sajak-sajakku
    Dengan begitu
    Bukankah telah
    Kita rampungkan
    Sebagian tugas kita
    Tugas kata–
    Tugas pecinta?

    2008

  5. dermala membalas:

    hue ,,
    dpt dari mana tuh kata.kata.a ??
    beuh ,,
    hebat ..
    tapi bnr ugha ,,

  6. kiki membalas:

    keren tuhh mba dilla

  7. mukhlis membalas:

    Oke.. nice blog.. ayo terus ngeblog seru… semangat ya.. btw puisinya bagus sekali..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback URI

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.